MENGENAL CANDI BOROBUDUR DAN UPAYA PELESTARIANNYA

MENGENAL CANDI BOROBUDUR DAN UPAYA PELESTARIANNYA

DISUSUN OLEH

NINDY FATIHA KHAIRANI

MENGENAL CANDI BOROBUDUR DAN UPAYA PELESTARIANNYA
Candi Borobudur Indonesia


PENDAHULUAN

Latar Belakang

Indonesia merupakan sebuah Negara yang memiliki keanekaragaman suku bangsa, bahasa, agama, budaya dan sejarah yang berbeda – beda antara masyarakat di suatu daerah yang satu dengan daerah yang lain. Perbedaan tersebut  menjadikan indonesia sebagai Negara yang kaya akan peradaban yang membuat bangsa lain terpanah dan ingin memilikinya.

Untuk tetap melestarikan aneka budaya dan sejarah yang dimiliki oleh bangsa indonesia diperlukan sebuah usaha memperkenalkan dan menyalurkan kepada generasi penerus, sehingga para penerus bangsa dapat melihat lorong waktu kebudayaan yang dimiliki Indonesia dan diharapkan dapat lebih mencintai kebudayaan serta melestarikanya sebagai salah satu aset yang dimiliki Negara Indonesia dari waktu ke waktu.

Dari beberapa hal tersebut, mendorong kami melakukan penelitian tentang wisata budaya atau sejarah untuk dapat menggali penggetahuan mengenai kebudayaan yang dimiliki oleh Indonesia dan untuk memberikan informasi kepada pembaca mengenai kekayaan bangsa yang patut kita banggakan dan melestarikan nya sebagai bentuk rasa kecintaan kepada tanah air serta tetap menjaga keaslian jati diri bangsa Indonesia melalui rangkaian sejarah yang telah terjadi dari jaman prasejarah hingga saat ini.

Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah:

  1. Apa sejarah candi borobudur ?
  2. Bagaimana cara melestarikan candi borobudur ?
  3. Apa saja bentuk - bentuk relief yang ada di candi borobudur ?

Tujuan

Berdasakan latar belakang dan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah:

  1. Untuk mengetahui sejarah candi borobudur.
  2. Untuk dapat mengetahui cara melestarikan candi borobudur.
  3. Untuk dapat mengetahui apa saya relief dan motif motif yang ada di setiap dinding candi borobudur.

Manfaat

Berdasarkan  latar belakang, rumusan masalah dan tujuan penelitian di atas, maka manfaat penelitian adalah:

  1. Menjadikan kami mengetahui tempat bersejarah dan wisata yang ada di Pulau Jawa. 
  2. Menambah wawasan kami tentang tempat bersejarah dan wisata yang ada di Pulau Jawa.

PEMBAHASAN

Candi Borobudur

Borobudur adalah sebuah candi Budhha yang terletak di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia Candi ini berlokasi kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang. Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia, sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia. 
Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha. Borobudur memiliki koleksi relief Buddha terlengkap dan terbanyak di dunia. Stupa utama terbesar teletak di tengah sekaligus memahkotai bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca Buddha tengah duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).
Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha. Para peziarah masuk melalui sisi timur memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan suci ini searah jarum jam, sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha. Ketiga tingkatan itu adalah Kāmadhātu (ranah hawa nafsu),  Rupadhatu (ranah berwujud), dan Arupadhatu (ranah tak berwujud). Dalam perjalanannya ini peziarah berjalan melalui serangkaian lorong dan tangga dengan menyaksikan tak kurang dari 1.460 panel relief indah yang terukir pada dinding dan pagar langkan.
Menurut bukti-bukti sejarah, Borobudur ditinggalkan pada abad ke-14 seiring melemahnya pengaruh kerajaan Hindu dan Buddha di Jawa serta mulai masuknya pengaruh Islam. Dunia mulai menyadari keberadaan bangunan ini sejak ditemukan 1814 oleh Sir Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris atas Jawa. Sejak saat itu Borobudur telah mengalami serangkaian upaya penyelamatan dan pemugaran. Proyek pemugaran terbesar digelar pada kurun 1975 hingga 1982 atas upaya Pemerintah Republik Indonesia dan UNESCO, kemudian situs bersejarah ini masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia. 
Borobudur kini masih digunakan sebagai tempat ziarah keagamaan; tiap tahun umat Buddha yang datang dari seluruh Indonesia dan mancanegara berkumpul di Borobudur untuk memperingati Trisuci Waisak. Dalam dunia pariwisata, Borobudur adalah objek wisata tunggal di Indonesia yang paling banyak dikunjungi wisatawan. 

Masa Terlantarnya Candi Borobudur

Masa terlantarnya Borobudur terjadi sekitar tahun 928-1006, diduga karena Gunung Merapi meletus dan Borobudur terkubur oleh abu vulkanik. Pada saat itu masa Raja Mpu Sindok, ia memindahkan masyarakatnya ke Jawa Timur. Seketika itu pun candi terlantar. Karena terlalu lama terkubur oleh abu vulkanik, mulai tumbuhlah semak belukar dan pohon liar, hingga candi tersebut mirip bukit kecil. Di saat yang sama, mulai tidak ada yang berziarah ke Borobudur. Hal ini diperkuat dengan banyaknya masyarakat yang pindah ke agama Islam pada abad ke-15.

Penemuan Kembali Candi Borobudur

Pada tahun 1811 - 1816 Pulau Jawa sedang dibawah kekuasaan Inggris. Thomas Stamford Raffles yang berkedudukan sebagai Gubernur sangat tertarik pada sejarah Jawa. Ia mengumpulkan kesenian - kesenian antik Jawa kuno dan menulis catatan tentang sejarah dan kebudayaan Jawa, ia pun sengaja mengelilingi pulau Jawa hanya untuk berburu prasasti bersejarah.Sampailah ia di Semarang pada tahun 1814, seketika itu ia langsung mendapat kabar tentang monumen besar didalam hutan daerah Bumisegoro. Sir Thomassangat tertarik, namun berhalangan karena sedang tugas. Ia pun mengutus H.C. Cornelius untuk menyelidiki monumen yang dimaksud.H.C. Cornelius akhirnya menyelidikinya dengan membawa 200 bawahannya untuk menebang pepohonan dan menggali tanah yang menutupi candi tersebut. Namun saat itu tanah di anggap rawan longsor, sehingga penggalian pun tidak maksimal, lalu diberikannya sketsa candi Borobudur pada Sir Thomas. Walau hanya itu, Sir Thomas Raffles dianggap sangat berjasa.
Pada tahun 1835 Jawa telah dikuasai oleh Belanda, Hartmann meneruskan pekerjaan Sir Thomas Stamford Rafless. Ia tertarik untuk meneliti dan merawat Candi Borobudur. Sayangnya ia tidak menulis catatan dengan apa yang ia lakukan, namun pembersihan candi pun tetap berlangsung. Pada tahun 1842 Hartmann menemukan stupa utama namun isinya sudah kosong. Penelitianpun masih menjadi misteri.
Selanjutnya, seorang insinyur berkebangsaan Belanda bernama F.C Wilsen seorang ahli dalam bidang teknik ikut meneliti monumen tersebut dan menggambar sketsa relief Borobudur. Hingga penelitian dilanjutkan oleh J.F.G Brumunduntuk meneliti lebih detail monumen tersebut dan mengkombinasikan relief-relief yang telah di gambar F.C. Wilsen, ia menyelesaikan penelitian pada tahun 1859. Pemerintah Hindia Belanda berencana menerbitkan artikel dari penelitian ¬- penelitian Brumund dan Wilsen. Namun Brumund 
menolak untuk bekerja sama. Akhirnya Pemerintah Hindia Belanda menungaskan ilmuwan lain bernama C. Leemans untuk memadukan hasil karya Wilsendan Brumund. Akhirnya pada tahun 1873 artikel tentang Candi Borobudur diterbitkan, kemudian di terjemahkan ke Bahasa Prancis setahun setelahnya. Dan poto pertama Candi Borobudur pun diabadikan oleh ahli engrafi Belanda pada tahun 1873.
Akhirnya Borobudur kian terkenal di seluruh penjuru dunia, menjadikannya sumber cinderamata dan pendapatan bagi para kolektor. Kepala archa Buddha salah satu objek untuk dicuri. Namun ukuran batu yang sangat besar dan berat sangat tidak mungkin untuk dibawa. Tapi faktanya, kepala Buddha banyak yang lepas. Menemukan kondisi yang kian tidak stabil, pada tahun 1882 Pemerintah menunjuk Groenveldt untuk menggelar penyelidikan lebih lanjut. Namun hal ini dianggap berlebihan. Akhirnya Borobudur dibiarkan namun tetap diperhatikan.

Pemugaran Candi Borobudur

Pemerintah Hindia Belanda berencana melindungi Candi Borobudur dan menjaga kelestarian dan kemurnian candi tersebut. Akhirnya dibawah pemerintah Hindia Belanda, 
Yzerman ketua Arkeologi di Yogyakarta menugaskan 3 pejabat yang berprofesi di bidang yang berbeda-beda yaitu Brandes, Theodoor van Erp, dan Van de Kamer. Ia menyadari bahwa candi terlihat belum sempurna, akhirnya pemugaran Candi Borobudur dilakukan untuk pertama kalinya dengan teknologi konvensional. Hal ini menghindari kerusakan -kerusakan batu Candi. Kendati begitu, ia sangat berjasa sekali karena menyelamatkan peninggalan nenek moyang yang sangat bersejarah. Para penjajah aja sayang sama Budaya Indonesia, kita jangan mau kalah ya.
Kembali pada topik, tahun 1902 rencana pemugaran akan dilaksanakan dengan tiga langkah, yaitu: mengatur sudut bangunan dan bagian lain yang memungkinkan keruntuhan candi, memagari perkarangan candi dan memperbaiki sistem drainase, memindahkan batu yang lepas atau longgar dan pemugaran stupa utama. Pemugaran pun dilakukan dengan dana 48.800 Gulden.
Pemugaran tahap berikutnya tahun 1907-1911, dipimpin Theodor van Erp, ia menggali tanah untuk mencari kepala Buddha yang hilang, selain itu ia ingin membangun tiga teras melingkar. Dalam proses pembongkaran, ia menemukan banyak hal yang harus diperbaiki. Diajukanlah proposal untuk anggaran tambahan. Setelah itu pemugaran berlanjut sampai akhirnya Borobudur terlihat baru lagi. Sayangnya proses renovasi Van Erpmenggunakan beton sehingga menyebabkan masalah baru.

Renovasi pun berlanjut

Akhirnya pada tahun 1960, Pemerintah Indonesia berinisiatif melakukan pemugaran besar - besaran. Dengan mengajukan permintaan pada masyarakat Internasional untuk memulihkan Borobudur. Rencana itu berhasil, dan Indonesia mengambil langkah seribu. Pondasi dikokohkan, relief dibersihkan, membongkar lima teras, menanamkan saluran air. Hingga akhirnya candi Borobudur seperti sekarang.
Candi ini pun masuk daftar UNESCO pada tahun 1991 sebagai Situs Warisan Budaya di Indonesia. Tidak heran banyak wisatawan asing yang ingin berkunjung ke Candi Borobudur karena candi ini memiliki artsitektur menakjubkan yang terdiri dari 6 teras berbentuk bujur sangkar, 504 arca Budha, 2672 panel relief dan 72 stupa. Dengan luas 123mx123 m dan tinggi 43 meter.

Relief yang Ada di Candi Borobudur

  1. Relief  Karmawibhanaga, menceritakan sebab akibat perbuatan baik dan buruk manusia. Dipahatkan pada kaki candi yang tertimbun.
  2. Relief  Lalistavistara, menceritakan riwayat sang Buddha Gautama sejak lahir sampai khotbah pertama di Taman Rusa. Dipahatkan pada dinding sebagian lorong pertama.
  3. Relief Jatakamala-Awadana, berupa kumpulan sajak yang menceritakan tentang perbuatan sang Buddha Gautama dan para Bodhisatwa semasa hidupnya. Dipahatkan pada dinding sebagai lorong kedua sampai ke empat.
  4. Relief Gandhawiyuhada-Bhadracari, menceritakan usaha sudhana mencari ilmu yang tinggi sampai sudhana bersumpah mengikuti bodhisatwa samanthabhadra. dipahatkan pada dinding lorong kedua sampai keempat.

Candi Borobudur, memiliki satu sistem yang terbagi Menjadi 3 bagian yaitu:

  1. Kamadhatu  ( Bagian candi yang paling bawah). Merupakan tingkatan dimana manusia masih terikat oleh karma dan nafsu.
  2. Rupadhatu  ( Bagian tengah candi ). Merupakan kaitan dimana manusia masih terikat oleh rupa dan bentuk.
  3. Arupadhatu  ( Bagian candi yang paling atas). Merupakan kaitan dimana manusia tidsak lagi terlihat oleh rupa dan bentuk. Manusia telah bebas dari segala keinginan untuk bersiap-siap masuk nirwana.

Tahap – Tahap Pembangunan Candi Borobudur

Tahap pertama : 

Masa pembangunan Borobudur tidak diketahui pasti (diperkirakan antara 750 dan 850 M). Pada awalnya dibangun tata susun bertingkat. Sepertinya dirancang sebagai piramida berundak. tetapi kemudian diubah. Sebagai bukti ada tata susun yang dibongkar.

Tahap kedua :

Pondasi Borobudur diperlebar, ditambah dengan dua undak persegi dan satu undak lingkaran yang langsung diberikan stupa induk besar.

Tahap ketiga :

Undak atas lingkaran dengan stupa induk besar dibongkar dan dihilangkan dan diganti tiga undak lingkaran. Stupa - stupa dibangun pada puncak undak - undak ini dengan satu stupa besar di tengahnya.

Tahap keempat :

Ada perubahan kecil seperti pembuatan relief perubahan tangga dan lengkung atas pintu.

Penemuan Kembali :

Borobudur yang menjadi keajaiban dunia menjulang tinggi antara dataran rendah di sekelilingnya.

PENUTUP

Metode Penelitian

  1. Observasi ( Data diperoleh dari kunjungan langsung )
  2. Browsing ( Data diperoleh melalui sumber internet )

Waktu Pelaksanaan

Waktu dilaksanakan penelitian : Selasa, 21 Januari 2020

Objek Penelitian

Candi Borobudur lokasi Borobudur berada di Magelang, Provinsi Jawa Tengah. Objek wisata ini berada sekitar 100 km dari Semarang, 86 km dari Surakarta, dan 40 km dari DI Yogyakarta. Dan karena lebih dekat dari Yogyakarta dan lebih sering pula dijadikan agenda obyek wisata dari kegiatan promosi pariwisata dari Yogyakarta yang lebih intensif, sebagian orang Indonesia mengira candi Borobudur ini berada di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Metode Analisa Data

Analisa data yang digunakan dalam metode penelitian ini adalah dengan data kualitatif, yaitu data yang dinyatakan dalam bentuk kata-kata atau bukan dalam bentuk angka. Data ini biasanya menjelaskan karakteristik atau sifat. Data kualitatif merupakan data yang dihasilkan dari cara pandang yang menekankan pada ciri-ciri , sifat dan mutu obyek yang bersangkutan. Data kualitatif bertujuan untuk melakukan penafsiran terhadap fenomena sosial. Instrumen yang digunakan pada metode kualitatif adalah peneliti itu sendiri, artinya peneliti sendirilah yang harus terjun langsung ke dalam penelitian agar bisa melihat dan merasakan fakta yang sebenarnya.

Kesimpulan

Sebagai warga Indonesia, kita harus ikut serta merawat dan menjaga kelestarian candi Borobudur. Dan kita wajib bangga atas warisan budaya Nenek Moyang yang telah meninggalkan bangunan – bangunan tersebut seperti candi Borobudur yang merupakan salah satu keajaiban Dunia.

Saran

  1. Kita sebagai warga negara harus menjaga dan melestarikan budaya bangsa dengan memelihara tempat – tempat bersejarah sebagai peninggalan Nenek Moyang kita.
  2. Saya berharap kepada generasi muda agar memilih dan menilai budaya yang masuk ke Indonesia dan mampu mempertahankan kebudayaan bangsa sendiri.

0 Response to "MENGENAL CANDI BOROBUDUR DAN UPAYA PELESTARIANNYA"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel